Sepuluh Fakta Menarik Tentang Mountaineering

Mountaineering adalah olahraga epik yang penuh dengan petualangan dan kisah-kisah seru tentang petualangan gila dan nyaris celaka. Dalam artikel ini, saya membagikan beberapa fakta pendakian gunung yang unik yang mungkin belum terlalu banyak ketahui.

Pertama : Wanita ke K2 Dipercaya Akan Terkutuk
Wanita pertama yang mencapai K2, adalah Wanda Rutkiewicz, Polandia pada tahun 1986. Tak lama setelah ekspedisi tersebut, dia meninggal ketika mencoba untuk mencapai puncak Kangchenjunga.
Wanda Rutkiewicz
Hal yang sama terjadi pada empat pendaki wanita K2 berikutnya - mereka semua meninggal dalam perjalanan turun dari puncak atau pada ekspedisi pendakian lainnya. Hal ini membuat banyak orang percaya bahwa K2 memiliki kutukan kematian terhadap setiap pendaki wanita.

Kutukan itu kini telah memudar, dengan beberapa pendaki perempuan yang berhasil dan menceritakan kisah K2 dan sejumlah puncak lainnya. Edurne Pasaban, kelahiran Spanyol adalah wanita pertama yang mencapai K2 - dia masih hidup dan sampai sekarang naik secara aktif.

Kedua : Pria Kursi Roda Mendaki Kilimanjaro
Bernard Goosen, Afrika Selatan - mendaki Kilimanjaro dua kali dengan kursi roda. Pencapaian pertamanya, tahun 2003, memakan waktu sembilan hari, dan empat tahun kemudian, hanya membutuhkan enam hari. Goosen dilahirkan dengan cerebral palsy dan menggunakan kursi roda yang dimodifikasi untuk memanjat gunung.
Bernard Goosen
Gunung Kilimanjaro adalah puncak tertinggi di Afrika 5.895 m. Pendaki tidak memerlukan peralatan khusus atau pengalaman, tidak perlu oksigen dan peralatan alpine untuk mencapai puncak.

Pada dasarnya, Kilimanjaro adalah pendakian sulit dengan potensi penyakit ketinggian. Berikut beberapa catatan unik Kilimanjaro :
  • American Keats Boyd (7 tahun) adalah orang termuda yang berhasil mendaki gunung ini.
  • Orang tertua yang mencapai puncak adalah Angela Vorobeva yang berusia 86 tahun.
  • Pada tahun 2011, Chris Waddell berhasil naik gunung dengan siklus tangan yang dibuat khusus.
  • Kyle Maynard, amputasi berhasil mencapai puncak pada 2012 tanpa bantuan prosthetics.
  • Karl Elgoff, seorang pelari gunung Swizz, melakukan pendakian tercepat Kilimanjaro hanya dalam waktu 4 jam 56 menit.
Ketiga : Everest Adalah Kuburan Tertinggi Di Dunia
Diperkirakan ada sekitar 200 mayat di Gunung Everest, dan menjadikannya makam terbuka tertinggi di dunia. Tingkat kematian di Everest adalah 5%, yang berarti bahwa, selama bertahun-tahun, hampir 300 orang tewas .

Karena helikopter tidak dapat terbang di atas ketinggian 6.000 meter, maka tindakan evakuasi hampir tidak mungkin, dan kebanyakan dari jasad pendaki dibiarkan saja.

Membawa jasad turun di 8000 meter, membutuhkan antara enam sampai 10 Sherpa. Tentu merupakan operasi yang mahal dan mempertaruhkan nyawa orang-orang yang terlibat.

Keempat : Matterhorn Berbahaya Karena Popularitasnya
Matterhorn adalah puncak yang populer di Swiss. Walaupun pendakian tidak terlalu teknis bila dibandingkan eight-thousander, namun tetap memiliki tingkat resiko tersendiri.
Matterhorn
Ini karena banyaknya orang yang melakukan perjalanan naik turun gunung. Terladang wisatawan yang naik dan berada di tempat lebih tinggi di lereng mengijak batu dan kemudian jatuh menimpa ke pendaki yang berada di bawahnya.

Kelima : Mauna Kea Lebih Tinggi dari pada Everest
Pegunungan diukur sebagai ketinggian di atas permukaan laut, artinya puncak Everest adalah 8.848 m.dpl.
Perbandingan Everest dan Mauna Kea
Mauna Kea di Hawaii dari titik pangkal berjarak 10.000 meter. Namun, sebagian besar berada di bawah permukaan laut, sehingga berukuran 4.203 meter dari permukaan laut ke puncak.

Keenam : Pendaki Pertama Everest Terselubung Misteri
Pada tahun 1953, Edmund Hillary dan Tenzing Norgay adalah orang pertama yang secara resmi mencapai puncak Everest.

Edmund Hillary dan Tenzing Norgay
Namun, mereka bukan ekspedisi resmi pertama yang mencoba melakukan hal yang monumental ini. Pada tahun 1924, George Mallory dan Andrew Irvine berusaha untuk mencapai puncak Everest dalam ekspedisi resmi pertama. Mereka tewas dalam pendakian itu. Tetapi tidak diketahui apakah mereka mati dalam perjalanan naik atau saat turun gunung.
George Mallory dan Andrew Irvine
Pada 1999, jasad Mallory ditemukan. Diperkirakan bahwa Irvine membawa kamera dalam ekspedisi ini. Akan tetapi jasadnya belum ditemukan. Jika kamera tersebut ditemukan, mungkin sejarah pendakian Everest harus ditulis ulang.

Ketujuh : Annapurna Paling Mematikan di Dunia
Dengan tingkat fatalitas hingga puncak 32%, Annapurna adalah gunung paling berbahaya di dunia. 61 orang telah tewas di gunung sementara hanya ada 191 yang berhasil baca disini.

Kedelapan : Menikah di Everest
Sementara kebanyakan pendaki naik ke Everest senang dapat sampai di puncak dan kembali ke base camp dengan selamat, namun ada juga yang lebih ambisius.
Pem Dorjee dan Moni Mulepati
Pada 2005, Pem Dorjee dan Moni Mulepati menjadi dua orang pertama yang menikah di puncak Everest.

Kesembilan : Zona Kematian 8000 meter
Pada ketinggian di atas 8000 meter, hanya ada sekitar sepertiga dari jumlah oksigen yang ditemukan dari permukaan laut. Tentu oksigen ini tidak cukup bagi manusia untuk bernafas, itulah sebabnya di sebut "zona kematian".

Pendaki menggunakan tabung oksigen untuk menambah oksigen dan memungkinkan untuk mendapat oksigen yang cukup agar dapat terus mendaki. Tanpa oksigen yang cukup, pendaki bisa mati dalam kondisi ekstrim itu. Kebanyakan pendaki yang tewas di Everest, berada di zona kematian.

Kesepuluh : Tidak Definisi Tentang Gunung
Para ilmuwan tampaknya tidak bisa menyetujui apa sebenarnya gunung itu. Inggris dan Amerika menyatakan bahwa gunung harus setidaknya 300 meter di atas permukaan laut, sementara rekan-rekan mereka di Eropa mengatakan bahwa gunung setidaknya 900 meter di atas permukaan laut.

Pada tahun 1936, Roderick Peattie, seorang naturalis Inggris, menyarankan bahwa gunung tidak boleh terbatas pada definisi sempit di atas. Sebaliknya, gunung dibedakan oleh dampak yang ditimbulkannya terhadap kita ketika kita melihatnya, membiarkan imajinasi kita menjadi liar dan memikat kita ke petualangan. Kedengarannya lebih seperti gunung yang kita kenal dan cintai!

Diolah dari mountainhomies.com dan sumber lainnya

0 Comments:

Posting Komentar